Jumat, 15 Mei 2015

Palang Merah Indonesia





Seperti Palang Merah Internasional, lahirnya PMI juga berkaitan dengan kancah peperangan, diawali pada:

A. MASA SEBELUM PERANG DUNIA II

1. 21 Oktober 1873 Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (NERKAI) didirikan Belanda.
2. Tahun 1932 Dr. RCL Senduk dan Dr. Bahder Djohan merencanakan mendirikan badan PMI.
3. Tahun 1940 pada sidang konperensi NERKAI, rencana diatas ditolak karena menurut Pemerintah Belanda, rakyat Indonesia belum mampu mengatur Badan Palang Merah Nasional.

B. MASA PENDUDUKAN JEPANG
Dr. RCL Senduk berusaha lagi untuk mendirikan Badan PMI namun gagal, ditolak Pemerintah Dai Nippon.

C. MASA KEMERDEKAAN RI

1. 17 Agustus 1945 RI Merdeka.
2. 3 September 1945 Presiden Soekarno memerintahkan kepada Menteri Kesehatan Dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional. Pembentukan PMI dimaksudkan juga untuk menunjukan pada dunia Internasional bahwa negara Indonesia adalah suatu fakta yang nyata.
3. 5 September 1945 Menkes RI dalam Kabinet I (Dr. Boentaran) membentuk Panitia 5:
Ketua: Dr. R. Mochtar.
Penulis: Bahder Djohan.
Anggota:

    Dr. Djoehana
    Dr. Marzuki
    Dr. Sintanala


4. 17 September 1945 tersusun Pengurus Besar PMI yang dilantik oleh Wakil Presiden RI Moch. Hatta yang sekaligus beliau sebagai Ketuanya.

D. MASA PERANG KEMERDEKAAN.
Pada masa itu peperangan terjadi dimana – mana, dalam usia muda PMI menghadapi kesulitan, kurang pengalaman, kurang peralatan dan dana. Namun orang – orang secara sukarela mengerahkan tenaganya, sehingga urusan Kepalangmerahan dapat diselenggarakan. Dari pertolongan dan bantuan seperti:

    Dapur Umum (DU).
    Pos PPPK (P3K).
    Pengangkutan dan perawatan korban pertempuran.
    Sampai penguburan jika ada yang meninggal.


Dilakukan oleh laskar – laskar Sukarela dibawah Panji Palang Merah yang tidak memandang golongan, agama dan politik. Pada waktu itu dibentuk Pasukan Penolong Pertama (Mobile Colone) oleh cabang – cabang, anggotanya terdiri dari pelajar.

E. BEBERAPA PERISTIWA SEJARAH PMI

1. Tanggal 16 Januari 1950, dikeluarkan Keputusan Presiden RI No. 25 / 1950 tentang pengesahan berdirinya PMI.
2. Tanggal 15 Juni 1950, PMI diakui oleh ICRC.
3. Tanggal 16 Oktober 1950, PMI diterima menjadi anggota Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah dengan keanggotaan No. 68.

F. NAMA – NAMA TOKOH YANG PERNAH MENJADI KETUA PMI

1. Ketua PMI ke-1 (1945 – 1946): Drs. Moch. Hatta.
2. Ketua PMI ke-2 (1945 – 1948): Soetarjo Kartohadikoesoemo.
3. Ketua PMI ke-3 (1948 – 1952): BPH Bintoro.
4. Ketua PMI ke-4 (1952 – 1954): Prof. Dr. Bahder Djohan.
5. Ketua PMI ke-5 (1954 – 1966): P. A. A. Paku Alam VIII.
6. Ketua PMI ke-6 (1966 – 1969): Letjen Basuki Rachmat.
7. Ketua PMI ke-7 (1970 – 1982): Prof. Dr. Satrio.
8. Ketua PMI ke-8 (1982 – 1986): Dr. H. Soeyoso Soemodimedjo.
9. Ketua PMI ke-9 (1986 – 1992): Dr. H. Ibnu Sutowo.
10. Ketua PMI ke-10 (1992 – 1998): Hj. Siti Hardianti Rukmana.
11. Ketua PMI ke-11 (1998 – 2004): Mari’e Muhammad.
12. Ketua PMI ke-12 (2004 – 2009): Mari’e Muhammad
13. Ketua PMI ke-13 (2009 – sekarang): M. Yusuf Kalla


Palang Merah Indonesia | PMR MADSES ( Madya Satu Enam Sembilan )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar